Kemampuan olah pikir, olah rasa, dan olah raga, membutuhkan teori-teori, membutuhkan pendekatan-pendekatan, dan terlebih membutuhkan latihan-latihan. Hal tersebut diperoleh melalui membaca sejumlah referensi, baik yang ditulis dalam bahasa global, maupun dalam bahasa Indonesia. Sudah banyak buku-buku referensi yang telah ditulis para pakar, namun belum banyak atau masih kurang buku referensi ya…
Literasi dalam buku ini tidak sekedar urusan membaca dan menulis. Literasi sastra jauh lebih luas. Sastra butuh kecermatan mata. Gerak gerik mata pun sering ditulis, sehingga butuh kompetensi pemahaman. Membaca mata, ibarat orang sedang memahami bacaan. Oleh karena, baik mata maupun bacaan membutuhkan lensa penafsiran. Melalui buku ini, pengaktifan lensa akan dapat dihidupkan. Lensa penafsiran …
Membaca buku ini, akan diajak untuk menyelami karya sastra dari wawasan ekokritik. Ekokritik sastra adalah upaya memahami artefak budaya baik lisan maupun tertulis. Ekokritik adalah perspektif kajian yang berusaha menganalisis sastra dari sudut pandang lingkungan. Asumsi yang menggelinding dari kajian ini, yaitu dari pemikiran bahwa karya sastra merupakan pentulan dari lingkungan. Karya sastra …
Menghadirkan sosok Pramoedya Ananta Toer adalah menghadirkan sejumlah kontroversi. Sosok Pram pernah dicitrakan sebagai corong kaum komunis yang memberangus kebebasan lawan-lawannya. Namun, dis sendiri merasakan panas pedihnya pemberangusan itu. Sejumloah karyanya dilarang beredar dan beberapa bahkan dimusnahkan hingga tak bersisa. Tidak hanya itu, berpuluh-puluh tahun ia menghuni kamar penjara…