Siapa yang tidak kenal Ki Hajar Dewantara? Setiap anak bangsa Indonesia tentu mengenalnya. Terlahir dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Suwardi Suryaningrat, saat berusia 40, berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Semenjak itu ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Pergantian nama ini dimaksudka…
Buku ini menyingkap secara gamblang dan komprehensif mengenai Tan Malaka, posisi pentingnya salam perjuangan kemerdekaan, ide-ide briliannya yang radikal, orisinil dan revolusioner yang telah mengawal langkah juang para pahlawan kemerdekaan, pahit getirnya kehidupan yang dilaluinya, berikut kisah cintanya yang tulus dan sepi pamrih kepada bumi pertiwi.
Berbicara tentang pemberontakan DI/TII, maka tidak akan lepas dari sosok S.M. Kartosoewirjo. Ia adalah imam yang memimpin gerakan ini selama bertahun-tahun. Perjuangannya didasari keinginan untuk membentuk Indonesia menjadi negara Islam, bukan negara sekuler. Oleh karena itu, ia banyak bertentangan dengan tokoh-tokoh nasionalis seperti Soekarno. Padahal, Soekarno dan Kartosoewirjo merupakan mur…
Dengan karakter dan kepribadiannya yang lembut serta pendiam, Mega menapaki jalur politik nan keras. Faktanya, ia mampu bertahan, bahkan mencapai posisi tertinggi di ranah politik, yaitu menjadi presiden. Mega adalah sosok yang tenang dalam kondisi negara yang penuh gejolak. la tak pernah mendorong orang lain dan para pendukungnya untuk melakukan kekerasan. Masalah-masalah yang dialaminya justr…
Buku ini juga menjelaskan juga secara detail tentang masalah perlambangan nergara,burung garuda,dan semboyan Bhineka Tunggal Ika.Sudah sepantasnya kita sebagai penerus bangsa mengetahui sejarah pendahulunya untuk dijadikan semangat dalam membangun bangsa.Sungguh benar sekali bahwa jangan sekali-kali melupakan sejarah.
Menghadirkan sosok Pramoedya Ananta Toer adalah menghadirkan sejumlah kontroversi. Sosok Pram pernah dicitrakan sebagai corong kaum komunis yang memberangus kebebasan lawan-lawannya. Namun, dis sendiri merasakan panas pedihnya pemberangusan itu. Sejumloah karyanya dilarang beredar dan beberapa bahkan dimusnahkan hingga tak bersisa. Tidak hanya itu, berpuluh-puluh tahun ia menghuni kamar penjara…