Dalam buku ini, kita akan menemukan bahwa deislamisasi dan indoktrinasi serta westernisasi bukanlah isu dan gerakan kekinian. Sejak zaman Buya Hamka, pergulatan Islam dengan kelumpok anti-Islam telah berlangsung, bahkan benih-benihnya telah ditanam sejak masa kolonial Belanda masuk ke Nusantara dengan semangat gold, glory, dan gospel-nya.
Buku ini cenderung teoritis, ketimbang praktis. Tapi karena teori-teorinya merujuk pada pakar utama retorika seperti Aristotle dan Cicero, sehingga buku ini mantap betul untuk menjadi referensi utama dalam membuat penelitian di bidang komunikasi. Aku meminjam konsep Aristotle tentang ethos, pathos dan logos untuk meninjau ulang orasi seorang motivator terkenal,