Karya akademis ini menawarkan panduan praktis bagi guru bahasa untuk menerapkan analisis wacana dalam pengajaran bahasa. Cambridge University Press menyajikan konsep-konsep fundamental analisis wacana secara sistematis, mulai dari teks lisan tertulis hingga interaksi sosial. Buku ini menjelaskan bagaimana analisis wacana dapat membantu guru memahami struktur bahasa, konteks penggunaan, dan stra…
Buku karya Anna De Fina dan Alexandra Georgakopoulou ini membahas pendekatan analisis naratif dalam kajian linguistik dan sosiolinguistik. Buku ini memperlihatkan bagaimana cerita atau narasi yang disampaikan dalam percakapan sehari-hari dapat menjadi sumber penting untuk memahami identitas sosial, hubungan antarindividu, serta konstruksi makna dalam interaksi sosial. Penulis menguraikan ber…
Buku ini berisi pengetahuan tentang minyak goreng. Terbuat dari apakah minyak goreng itu. Bagaimana cara memperlakukan minyak goreng saat digunakan untuk menggoreng. Apakah minyak bekas (jelantah) bisa dipakai kembali jika sudah pernah dipakai untuk menggoreng? Jawabnya Tentu Bisa. Minyak goreng dapat dimurnikan kembali dengan karbon aktif yang sudah banyak aplikasinya dimana-mana. Kadar asam l…
TIDAK DILAYANKAN OFFLINE, cek di etheses.iainkediri.ac.id, hubungi BAGIAN REPOSITORY untuk info lebih lanjut.
Novel adalah salah satu bentuk karya sastra. Menurut Nurgiantoro sebuah karya sastra yang berbentuk novel tidak terlepas dari latar belakang pengarangnya, apalagi pengarang tersebut seorang muslim, besar kemungkinan penyampaian pesan moral yang terkandung dalam ajaran Agamanya, yaitu peristiwa berlangsung atau dialaminya. Dalam penelitian ini peneliti melakukan sebuat penelitian pada sebuah Nov…
Analisis Wacana Kritis (AWK) merupakan cara pandang terhadap bahasa dengan tujuan mengurai dan mengungkapkan apa yang tersamar dan tersembunyi di balik konstruksi bahasa. Upaya menyingkap tujuan terselubung produser teks ditelaah secara kritis, sistematis, dan komprehensif di tataran kata, frasa, klausa, kalimat, teks, dan wacana. Mengapa wacana perlu di 'dekonstruksi' secara kritis? Karena …